Sahabat Mustaghfir, dunia merupakan tempat singgah sementara. Di alam ini kita selalu mendapatkan ujian. Disisi lain Allah juga berikan kepada kita kebahagiaan setelah kita melewati ujian. Jangan pernah berprasangka tidak baik pada takdirmu, Allah telah berjanji dalam Surah Al Insyiroh Surah ke-94 ayat ke-5 dan 6 bahwa setiap kesulitan pasti sepaket dengan kemudahan.
Manusia lahir,
tumbuh dewasa menjadi tua hingga mati pasti hanya mengalami kebahagiaan dan
kesedihan. Sudah seharusnya kita sebagai manusia menghadapi kebahagiaan dan
kesedihan juga dengan dua sifat yakni sifat sabar dan sifat syukur. Bersabar saat
kita sedang mengalami musibah yang membuat kita sedih, dan bersyukurlah saat
kita sedang diberikan kebahagiaan oleh Allah. Tiada emosi lain yang dianjurkan
oleh panutan kita Nabi Muhammad SAW. Emosi marah harus kita atur, hadits Nabi
mengatakan, jangan marah maka bagimu
syurga.
Allah menjanjikan
kepada hambanya kebahagiaan bagi orang yang memiliki sifat sabar dan syukur. Dalam Surah Al Anfal ayat 46 Allah berfirman Allah
beserta orang yang bersabar, dan Allah pula janjikan surga sebagai pahala atas
keturunan anak Nabi Adam yang bersabar dan ikhlas saat tertimpa musibah, janji
ini Allah firmankan kepada Nabi Muhammad SAW dalam HR Ibnu Majah.
Allah juga
telah menjanjikan bonus bagi orang yang bersyukur. Dalam Surah Ibrahim ayat 7,
siapa yang bersyukur Allah kasih bonus tambahan nikmat, dan jika manusia diberi
nikmat tidak bersyukur atau kufur nikmat, Allah mengancam bahwa azab Allah itu
pedih. Jadi sahabat sabar dan syukur dipegang ya.
Selanjutnya, apa sajakah lima
perkara yang baik agar hidup kita spesial ?
Lima perkara ini dari As-Sarry as-Saqati yang merupakan Waliyullah, dikutip dari laman Pondok Pesantren Hikmatunnajiyah Wali ini ialah Syeh yang mengajarkan ilmu tauhid, hakikat di Baghdad. Syeh As-Sarry as-Saqati berkata, sebaik-baik perkara ada lima hal yakni:
1. Menangisi dosa-dosa,
Hal yang perlu kita lakukan agar menjadi manusia yang spesial ialah kita perlu sekali untuk merasa berdosa. Manusia lahir merupakan makhluk tidak sempurna. Berbeda dengan malaikat, manusia diberikan nafsu yang membawa manusia menyimpang dari jalan kebaikan yang akhirnya mendapatkan dosa. Bersyukurlah jika engkau masih takut, sedih, menyesal saat engkau mendapatkan dosa. Berarti engkau masih disayang oleh Allah. Allah masih menunggumu untuk engkau segera bertobat, meninggalkan perbuatan maksiat tersebut dan menjadikan diri hijrah terus lakukan kebaikan. Tangisilah dosa mu saat sepertiga malam terakhir, saat semua orang terlelap, Allah saat itu bersamamu, mendekapmu, dan mengabulkan permintaanmu
2. Memperbaiki aib,
Sudah
pasti manusia memiliki kekurangan dalam diri, karena sejatinya manusia tidak
sempurna. Kekurangan kita bisa jadi ialah sebuah aib, maka terus perbaiki
dirilah. Serta jangan pernah menceritakan aib atau kekurangan orang lain,
karena kita juga punya aib atau kekurangan sendiri.
3. Taat kepada Allah,
Sesusah-susahnya
beribadah taat pada Allah, mari kita tetap laksanakan ya sahabat Mustaghfir. Walaupun
kita makhluk penuh dosa, perkara taat kepada Allah merupakan sebaik baik hal
didunia ini yang harus dilakukan. Tancapkan iman, sadarkan diri, bahwa Allah
selalu melihat perbuatan kita, laksanakan ketaatan pada Allah sang Maha Kuasa.
4. Membersihkan noda dalam hati,
Hati
ibarat kain putih, jika kita melakukan perbuatan maksiat maka dosa ganjarannya,
dan kain putih ini akan terkotori dengan satu noda. Manusia sejatinya selalu
dibelokan arahnya dari kebaikan oleh setan dan nafsu kita, oleh karena itu hati
kita bisa terus kotor oleh noda maksiat. Lakukan kebaikan pada sesama, taat
pada Allah, istighfar memohon ampun bertobat untuk membersihkan noda dalam hati.
5. Tidak mengikuti hawa nafsu,
Hawa
nafsu menurut Imam Ibny Qoyyim Al Jauziyyah rahimahullah ialah kecondongan jiwa
kepada sesuatu yang selaras dengan keinginanya. Orang yang mengikuti hawa nafsu
sebenarnya sedang mencari kenikmatan semu dan kepuasan nafsu sesaat didunia,
tanpa berpikir panjang akibatnya, walaupun harus rela kehilangan kenikmatan
yang hakiki di dunia dan akhirat. Oleh karena itu ketika hawa nafsu ini muncul,
tahanlah, istighfar, lalu alihkan pada kegiatan positif lainnya yang lebih
bermanfaat seperti olahraga, bermain dengan teman, jalan-jalan atau mengikuti
hobi lain yang lebih positif.
Demikian sahabat Mustaghfir, inilah lima perkara yang perlu kita lakukan sebagai sebaik-baik perkara dunia. Yuk kita amalkan biar hidup kita tenang dan nyaman serta menjadi manusia spesial. Insya Allah.


Posting Komentar
Posting Komentar